文章
  • 文章
国际

Tolak Perppu Ormas,Presidium Alumni 212 gelar long march ke Mahkamah Konstitusi

2017年7月26日晚上8:18发布
2017年7月26日下午8:19更新

长征。 Presidium Alumni 212 akan kembali long march dari Masjid Istiqlal ke Mahkamah Konstitusi untuk menolak Perppu nomor 2 tahun 2017. Foto oleh Muhammad Harvan / Rappler

长征。 Presidium Alumni 212 akan kembali long march dari Masjid Istiqlal ke Mahkamah Konstitusi untuk menolak Perppu nomor 2 tahun 2017. Foto oleh Muhammad Harvan / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Presidium Alumni 212 kembali turun ke jalan untuk melakukan aksi long march pada Jumat,28 Juli。 Mereka memprotes pemberlakuan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 2 tahun 2017 mengenai ormas。

Pasalnya,dengan Perppu itu,pemerintah secara resmi membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia(HTI)。 Bahkan,langkah itu kemudian diikuti dengan pencabutan status badan hukum terhadap HTI yang akhirnya menjadi ormas itu resmi menjadi organisasi ilegal di Indonesia。 Namun,bagi Presidium Alumni 212,langkah pemerintah tersebut merupakan cerminan sikap diktator dan berpotensi menyasar ormas Islam lainnya。

Oleh sebab itu,mereka memutuskan untuk melakukan aksi long march dari Masjid Istiqlal menuju ke Mahkamah Konstitusi。 Menurut Ketua Presidium Alumni 212,Slamet Ma'arif aksi itu juga untuk mengawal jalannya peninjauan kembali terhadap Perppu。

“Pertama,kami mengkhawatirkan betul,kalau Perppu ini terus bergulir maka akan muncul rezim diktator baru yang menjudge tanpa pengadilan。 Kedua,mengenai pidana。 Ada indikasi untuk bisa membungkam ormas-ormas Islam。 Tidak dapat dipungkiri korban pertama(yang kena)adalah ormas Islam,“ujar Slamet ketika menggelar jumpa pers di Tebet,Jakarta Selatan pada Rabu,26 Juli。

Menurut mereka,Perppu提名者2 tahun 2017 adalah jalan pintas bagi penguasa untuk bertindak sewenang-wenang membubarkan ormas Islam dengan dalih bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Slamet mengatakan ada sekitar 23 ormas Islam lainnya dari seluruh Indonesia yang bersedia turut dalam aksi tersebut。 Namun,ia mengaku belum mengetahui jumlah peserta。

Slamet mengatakan sudah melayangkan surat izin kepada Polda Metro Jaya。 Namun,belum diketahui apakah diberikan izin。

Sementara,Daud Poli Raja,Koordinator Lapangan Aksi 287 menjelaskan massa akan bertemu di Masjid Istiqlal saat salat Jumat。 Kemudian,aksi berlanjut di dekat patung kuda。

“Dari Patung Kuda,kemudian long march melewati Monas menuju ke Gedung MK,”ujar Daud。

Ia menambahkan bahwa akan ada pengibaran 1.000 bendera merah putih sebagai tanda alumni 212 juga cinta NKRI。 Mereka menjamin aksi hari Jumat akan berlangsung dengan damai dan tertib。 - Rappler.com