文章
  • 文章
国际

Ungkap kejahatan siber internasional,polisi gerebek tiga tempat

2017年7月30日上午10:22发布
2017年7月30日下午8:25更新

Sejumlahwarga negara asing terduga kasus penipuan menunggu diperikasa saat penggrebekan di Nusa Dua,Bali,Sabtu(29/7)。 Foto oleh Wira Suryantala / ANTARA

Sejumlahwarga negara asing terduga kasus penipuan menunggu diperikasa saat penggrebekan di Nusa Dua,Bali,Sabtu(29/7)。 Foto oleh Wira Suryantala / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Tim Satuan Tugas Khusus(Satgas)Mabes Polri menggerebek pelaku kejahatan siber internasional di tiga wilayah secara bersamaan,yakni Bali,Surabaya dan Jakarta,Sabtu 29 Juli 2017。

Dari penggerebekan tersebut,Tim Satgas Khusus yang dipimpin Kombes Herry Heryawan menangkap 28 terduga pelaku di Bali,92 pelaku di Surabaya dan 29 orang di Pondok Indah,Jakarta Selatan。

“Saat ini saya di Surabaya.Tim Satgas Khusus Mabes Polri menggerebek sekaligus menangkap para pelaku di tiga lokasi,”ujar Kapolres Depok,Kombes Herry Heryawan。

Herry menyebutkan para pelaku ditangkap karena melakukan operasi penipuan dengan menelepon korban yang berada di Tiongkok。 “Tapi dikendalikannya dari Bali,Surabaya dan Jakarta,”kata Herry。

Kasus ini terbongkar berkat kerjasama dengan kepolisian Tiongkok,yang menerima sejumlah aduan penipuan dan pemerasan,akhirnya melacak dan menemukan lokasi pelaku di Indonesia,seperti di Bali,Surabaya,dan Jakarta。

Herry tidak bersedia menjelaskan lebih rinci bagaimana proses penangkapan ini dilakukan dengan alasan kasusnya masih dikembangkan。

Namun demikian,perwira jebolan Akpol 1996 itu mengatakan pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti,seperti laptop,kalkulator,sejumlah unit layar komputer,kartu identitas dan kartu kredit。

Dalam penggerebekan di Pondok Indah,Jakarta Selatan,AKBP Didik Sugiarto menjelaskan modus kejahatan yang dilakukan komplotan ini。 “Mereka menelpon korbannya di Tiongkok untuk melakukan penipuan dan pemerasan,”kata Didik。

Diduga modus yang sama juga dilakukan komplotan penipu di Bali dan Surabaya。 Hingga saat ini Kepolisian masih mengembangkan kasus ini dengan melibatkan Kepolisian Tiongkok dan imigrasi。

Saat ini 29 WNA pelaku yang ditangkap di Pondok Indah telah digiring ke Polda Metro Jaya。 Mereka,beserta sejumla barang bukti,diangkut dengan menggunakan bus menuju Mapolda Metro Jaya。 Di Mapolda,mereka disatukan dengan 92 WNA yang ditangkap di Surabaya。

Modus penipuan

Kepala Tim Tindak Satgas Khusus Mabes Polri AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan para terduga pelaku penipuan ini memiliki beberapa tahapan untuk menipu korban。

Tahap pertama adalah mengintip kekayaan dan profil calon korban atau profiling。 Setelah itu mereka akan memberi tahu korban jika telah melakukan tindak pidana。

“Selanjutnya melakukan aksi penipuan dengan berperan sebagai petugas hingga korban menyerahkan uang agar kasus yang di skenariokan tidak berlanjut,”kata Susatyo kepada 。

Berikut foto-foto para WNA tersebut:

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Foto Istimewa

-Rappler.com