文章
  • 文章
国际

Presiden Jokowi ramaikan Lebaran Betawi di Setu Babakan

2017年7月30日下午1:34发布
2017年7月30日下午1:34更新

Presiden Joko Widodo bersiap memimpin rapat terbatas tentang perkembangan implementasi program pengentasan kemiskinan di Kantor Presiden,Jakarta,Selasa(25/7)。 FOTO oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

Presiden Joko Widodo bersiap memimpin rapat terbatas tentang perkembangan implementasi program pengentasan kemiskinan di Kantor Presiden,Jakarta,Selasa(25/7)。 FOTO oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Joko“Jokowi”Widodo ikut merayakan Lebaran Betawi yang digelar di Perkampungan Budaya Betawi di Setu Babakan,Jagakarsa,Jakarta Selatan,Minggu 30 Juli 2017。

Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi tiba di lokasi pada pukul 09:45 WIB dan langsung disambut atraksi Palang Pintu。

“Bapak Jokowi ketika di Balai Kota juga pernah menghadiri Lebaran Betawi selama dua kali dan ini yang ketiga,”kata kata Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat memberikan sambutan。

Gubernur Djarot juga melaporkan bahwa komitmen Jokowi saat memimpin Ibukota Negara ini untuk pemgembangan budaya Betawi telah terwujud。 “Alhamdulillah semuanya telah bisa diwujudkan,”katanya。

Selain itu Djarot juga mengungkapkan komitmen Jokowi untuk membangun masjid di lingkungan balaikota yang kini sudah diwujudkan dan diresmikan dengan nama Masjid Fatahillah。

“Ditambah komitmen beliau untuk membangun masjid raya pertama di Jakarta juga sudah selesai dan sudah diresmikan dengan nama Masjid Raya Hasyim Ashari,”katanya。

Dalam kesempatan tersebut,Djarot juga mengatakan jika Lebaran Betawi untuk tahun depan dan tahun-tahun berikutnya akan digelar di Setu Babakan。

“Sudah kita putuskan bersama Bamus Betawi bahwa Lebaran Betawi setiap tahun dipusatkan di Setu Babakan ini.Tidak pindah-pindah lagi,”tegas Djarot。

Gubernur mengatakan komitmen Jokowi begitu tinggi karena mengetahui nenek moyang masyarakat Betawi yang egaliter,penuh dengan toleransi dan menghargai satu sama lain。

“Betul-betul yang bisa harmonisasi dengan lingkungan maka tidak heran kalau seluruh kampung-kampung di Betawi ini banyak dinamakan buah atau tanaman,”ungkapnya。

Djarot juga mengatakan bahwa Presiden pertama RI Soekarno tidak salah menetapkan Jakarta sebagai ibukota negara karena sebagai miniatur Indonesia。

Djarot juga mengatakan jika ada wacana ada pindah ibukota negara ke provinsi lain,dirinya belum yakin karena Jakarta sebagai aura dan cikal bakal miniatur Indonesia。 “Akan lebih baik kalau tidak diwacanakan lagi,”kata Djarot。

Usai menyampaikan pidato,Djarot mendampingi Presiden berkeliling setiap bangunan yang ada di Setu Babakan。 Dalam acara ini hadir pula Menteri Pariwisata Arief Yahya,Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf,Ketua Majelis Ulama Maruf Amin dan juga wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno。

Perayaan Lebaran Betawi ini diisi berbagai atraksi dan kesanian beserta saung-saung makanan khas Betawi ini dipenuhi masyarakat。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com