文章
  • 文章
国际

Sidang vonis Dimas Kanjeng digelar besok,ratusan personel disiagakan

2017年7月31日下午3:04发布
2017年7月31日下午3:04更新

Dimas Kanjeng dibawa ke ruang pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jawa Timur。 Foto oleh Martudji / Rappler

Dimas Kanjeng dibawa ke ruang pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jawa Timur。 Foto oleh Martudji / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Polres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan pihaknya akan menyiagakan 200 personel untuk mengamankan sidang pembacaan vonis Dimas Kanjeng Taat Pribadi dalam perkara pembunuhan dan penipuan di Pengadilan Negeri Kraksaan,Kabupaten Probolinggo,Jawa Timur,Selasa 1 Agustus 2017。

“Pengamanan cukup ketat,kami siagakan sebanyak 200 personel untuk mengamankan jalannya sidang dan anggota Brimob Polda Jatim yang berada di padepokan juga akan kami perbantukan,”kata AKBP Arman Asmara saat dihubungi lewat telepon,Senin 31 Juli 2017。

Majelis hakim Pengadilan Negeri Kraksaan yang diketuai Basuki Wiyono pada Selasa akan membacakan vonis hukuman Taat Pribadi dalam kasus pembunuhan terhadap Abdul Gani,salah satu pengikut padepokannya。

Selama sidang itu,Arman menjelaskan,Kepolisian akan melakukan pengamanan VVIP terhadap majelis hakim,jaksa,dan tersangka。 Selain itu Kepolisian juga akan mengamankan tempat sidang dan memastikan sidang berlangsung tanpa gangguan。

“Kami juga sudah berkomunikasi dengan pengikut padepokan yang akan menghadiri sidang dan mereka memastikan bahwa pengikut yang hadir di persidangan nanti sekitar 20-30 orang saja,”katanya。

Meski begitu,sampai Senin siang ini,Kepolisian belum menerima pemberitahuan mengenai akan adanya unjuk rasa terkait sidang Taat Pribadi。 Namun Polri siap melakukan pengamanan kalau sampai ada unjuk rasa。

Seperti diberitakan sebelumnya,Taat Pribadi didakwa terlibat pembunuhan berencana terhadap mantan pengikutnya yang bernama Abdul Gani,yang dibunuh dan dibuang ke waduk Gajah Mungkur di Wonogiri,Jawa Tengah。

Jaksa menuntut hakim menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Taat Pribadi。 Sementara Taat Pribadi,dalam pembelaannya meminta hakim membebaskan dia dari semua tuntutan karena merasa tidak pernah memerintahkan pembunuhan。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com