文章
  • 文章
国际

Terlibat penipuan internasional,153 WNA akan dideportasi

2017年7月31日下午5:49发布
2017年7月31日下午5:49更新

Sejumlah warga negara asing terduga kasus penipuan menunggu diperikasa saat penggrebekan di Nusa Dua,Bali,Sabtu(29/7)。 Foto oleh Wira Suryantala / ANTARA

Sejumlah warga negara asing terduga kasus penipuan menunggu diperikasa saat penggrebekan di Nusa Dua,Bali,Sabtu(29/7)。 Foto oleh Wira Suryantala / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Biro Penerangan Masyarat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan sebagian besar warga negara Tiongkok dan台湾yang ditangkap di tiga kota beberapa hari lalu tak memiliki paspor。

“Yang enggak punya identitas(paspor).Alasannya dipegang oleh seseorang,”kata Brigjen Rikwanto di kantornya,Senin 31 Juli 2017.“Mudah-mudahan yang memegang paspornya bisa kami amankan。”

Seperti diberitakan sebelumnya,polisi menangkap 153 warga negara Tiongkok dan台湾di tiga kota berbeda,yakni di Surabaya,Bali,dan Jakarta。 Mereka diduga terlibat dalam jaringan penipu internasional。

Baca:

Dari 153 orang yang ditangap tersebut,Rikwanto mengatakan,80 persen di antaranya tidak mengantongi paspor。 Sisanya,memiliki paspor namun masuk ke印度尼西亚dengan menggunakan签证turis dan pekerja。

“Jadi 20 persen dari mereka punya paspor.Ada yang izinnya turis,kerja,dan kunjungi keluarga,”kata Rikwanto melanjutkan。

Saat ini,Rikwanto melanjutkan,pihaknya tetap akan mendalami cara mereka tiba di Tanah Air,apakah melalui jalur legal atau ilegal。 “Ini yang sedang kami telusuri”,pungkas Rikwanto。

Dideportasi ke negara asal

Rikwanto mengatakan ke-153 warga asing yang ditangkap akan segera dikembalikan ke negara mereka masing-masing alias tidak akan ditahan di sini。

“Mereka nanti diproses hukum di Tiongkok dan Taiwan,”kata Rikwanto。 Sebab,menurutnya,para pelaku hanya menggunakan Indonesia sebagai tempat asal melakukan tindak kejahatan。

Sementara,korbannya tidak ada di Indonesia,melainkan di Tiongkok dan Taiwan。 Karenanya,Mabes Polri tidak punya wewenang untuk memproses 153 orang itu di Indonesia。

“Nanti setelah selesai(pemeriksaan),mereka langsung dideportasi ke negaranya masing-masing,”tandas Rikwanto。 -Rappler.com