文章
  • 文章
国际

Dimas Kanjeng divonis 18 tahun

2017年8月1日下午3:50发布
2017年8月1日下午3:50更新

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri(PN)Kraksaan Probolinggo,Jawa Timur,Selasa(1/8)。 Foto oleh Umarul Faruq / ANTARA

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri(PN)Kraksaan Probolinggo,Jawa Timur,Selasa(1/8)。 Foto oleh Umarul Faruq / ANTARA

SURABAYA,印度尼西亚 - Dimas Kanjeng Taat Pribadi akhirnya divonis penjara selama 18 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Kraksaan,Kabupaten Probolinggo,Jawa Timur,Selasa 1 Agustus 2017。

Majelis hakim yang diketuai oleh Basuki Wiyono itu mengganggap Dimas Kanjeng terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap Abdul Ghani,pengikut Dimas Kanjeng。

“Terdakwa(Dimas Kanjeng Taat Pribadi)secara sah dan meyakinkan terbukti menganjurkan pembunuhan berencana terhadap korban,”kata Basuki dalam persidangan。

Vonis ini lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa yang mengajukan hukuman seumur hidup untuk Dimas Kanjeng。 Dalam kasus ini,yang meringankan Dimas Kanjeng adalah karena dia belum pernah dihukum。

Sedangkan yang memberatkan Dimas Kanjeng tidak mengakui dan menyesali perbuatannya。 Tindakan Dimas Kanjeng dengan menghabisi Abdul Ghani juga dianggap telah membuat kesedihan bagi keluarga dan mereka tak memaafkan。

Atas vonis ini,baik jaksa penuntut umum maupun penasihat hukum Dimas Kanjeng akan mengajukan banding。 Sebab mereka mereka menilai tak ada saksi yang melihat atau mendengar langsung bahwa Dimas Kanjeng menganjurkan untuk membunuh Abdul Ghani。

“Justru sebaliknya,empat orang saksi eksekutor pembunuhan yang dihadirkan dalam persidangan malah mengaku pembunuhan itu bukan atas perintah Dimas Kanjeng,”kata Penasihat hukum Dimas Kanjeng,M。Sholeh。

Sholeh juga mengganggap jika Majelis Hakim ragu-ragu dalam memberikan keputusan ini。 Terbukti,biasanya jika tuntutannya penjara seumur hidup,maka Majelis Hakim biasanya menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara。

“Vonisnya 18 tahun penjara,selisih dua tahun penjara menunjukkan keragu-raguan hakim dalam menjatuhkan vonis,”ujar Sholeh。

Sebaliknya,jaksa penuntut umum beranggapan jika vonis tersebut terlalu ringan。 Mohammad Usman yang bertindak sebagai jaksa penuntut umum dalam kasus ini mengatakan,Dimas Kanjeng seharusnya divonis seumur hidup sesuai dengan tuntutan mereka。

Sebab,menurut jaksa,Dimas Kanjeng karena adalah dalang pembunuhan Abdul Ghani yang mayatnya dibuang di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri。 “Vonisnya terlalu ringan.Kami akan banding,”ujarnya。

Selain terbelit dengan kasus pembunuhan Abdul Ghani,Dimas Kanjeng juga bakal menghadapai vonis untuk kasus penipuan。 Kata Sholeh,vonis untuk kasus penipuan sesuai jadwal sebenarnya dilaksanakan tadi juga。 Namun hajelis hakim ternyata belum siap,pembacaan vonis ditunda。

Sedangkan untuk kasus pembunuhan atas Ismail Hidayah pengikut Dimas Kanjeng yang lain,kata Sholeh,Dimas Kanjeng hingga saat ini belum pernah diperiksa atas kasus pembunuhan tersebut。 -Rappler.com