文章
  • 文章
国际

Menkominfo akan buka 11 DNS电报berbasis网站

2017年8月1日下午6:09发布
2017年8月1日下午6:09更新

首席执行官电报Pavel Durov bersalaman dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara,Selasa(1/8)。 Foto oleh Ursula Florene / Rappler

首席执行官电报Pavel Durov bersalaman dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara,Selasa(1/8)。 Foto oleh Ursula Florene / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika(Menkominfo)Samuel A Pangerapan mengatakan pihaknya akan membuka kembali 11 DNS Telegram berbasis web yang sempat diblokir。

“Minggu ini akan segera dipulihkan,”kata Samuel A Pangerapan dalam keterangan tertulis yang diterima Rappler,Selasa 1 Agustus 2017。

Samuel mengatakan pemulihan terhadap 11 DNS Telegram berbasis web tersebut akan dibuka karena kini telah ada itikad baik dan komitmen dari Telegram untuk mengelola dan menangani isu-isu yang mengancam negara,seperti terorisme。

Seperti diberitakan sebelumnya,Kementerian Komunikasi dan Informatika menonaktifkan 11域名系统(DNS)layanan电报berbasis web pada 14 Juli 2017。

Sebelum memblokir 11 DNS Telegram berbasis web tersebut,Kemeninfo telah mengirimkan permintaan melalui email agar Telegram menutup ribuan konten terorisme dan radikalisasi yang tersebar dalam 11 DNS tersebut。

Namun permintaan tersebut tidak mendapatkan tanggapan。 Sehingga pemerintah kemudian memutuskan untuk memblokir ke-11 DNS Telegram berbasis web tersebut。

Hari ini首席执行官电报Pavel Durov telah bertemu dengan Menkominfo Rudiantara untuk membahas penutupan 11 DNS Telegram berbasis web tersebut。 Keduanya bahkan sempat makan siang bersama。

“Saya mengapresiasi Telegram yang sangat responsif dalam menyikapi isu ini,”kata Rudiantara。

Pavel Durov mengatakan Telegram sangat peduli terhadap ancaman terorisme global,terutama untuk negara seperti Indonesia。 “Penting buat Pemerintah Indonesia dan Telegram untuk membuat Joint Statement terkait hal ini。”kata Durov。

Sebagai tindak lanjut dari komitmen ini,Kemenkominfo dan Telegram sepakat untuk mengatur dan mengelola prosesnya。 Karena untuk menghadapi ancaman terorisme dan radikalisasi dibutuhkan kecepatan bertindak。

Untuk itu,白痴Rudiantara dan Pavel Durov sepakat prosesnya akan dibahas dalam pertemuan yang melibatkan tim teknis。 -Rappler.com