文章
  • 文章
国际

Polisi tangkap pembobol brankas PDAM Makassar senilai Rp 1,2 miliar

2017年8月2日下午4:53发布
更新时间:2017年8月2日下午4:53

PERAMPOKAN。 Kapolrestabes Makassar tengah menunjukkan barang bukti berupa sisa uang yang dirampok dari brankas bendahara PDAM kota Makassar pada Selasa,1 Agustus。 Foto oleh Syarifah Fitriani / Rappler

PERAMPOKAN。 Kapolrestabes Makassar tengah menunjukkan barang bukti berupa sisa uang yang dirampok dari brankas bendahara PDAM kota Makassar pada Selasa,1 Agustus。 Foto oleh Syarifah Fitriani / Rappler

MAKASSAR,印度尼西亚 - Polrestabes Makassar pada Selasa,1 Agustus menyampaikan kepada publik mereka telah menangkap dua pelaku yang membobol brankas di kantor PDAM Kota Makassar。 总共uang yang mereka bawa kabur dari dalam brankas sebesar Rp 1,2 miliar。

Berdasarkan hasil olah TKP di kantor PDAM Makassar,ditemukan dua buah obeng plat,dua batang linggis dan kerusakan pada jendela tengah di ruang bendahara,tujuh laci meja staf bendara dan pintu ruang bendahara。

“Kami juga menemukan sidik jari yang diduga milik para pelaku pada kaca jendela,meja dan laptop yang berada di TKP。 Kamera CCTV juga merekam dua orang。 Dari situ kami memperoleh petunjuk dan dapat menangkap dua pelaku,“ujar Kapolrestabes Makassar,Kombes Pol Endi Sutendi ketika memberikan keterangan pers pada Selasa kemarin。

Endi mengatakan pelaku utama pembobolan brankas yakni MT(42 tahun)dan MI alias Iwan(36 tahun)。 Keduanya ditangkap oleh personel Jatanratas Polrestabes Makassar di dua tempat yang berbeda。

MT sempat kabur ke kampung halamannya di Ambon。 Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku di Ambon ketika tengah mengendarai motor bersama istrinya。

Dari tangan pelaku,polisi menyita barang bukti satu unit sepeda motor merk雅马哈R25,uang tunai senilai Rp 200 juta dan tiga unit ponsel。

“Setelah dibawa kembali ke Makassar,MT mengaku telah melakukan pembobolan brankas milik PDAM kota Makassar di Jalan Sam Ratulangi Makassar。 Aksi itu dilakukan bersama tiga rekannya,yakni MI别名Iwan,AS dan TA,“kata Endi。

Dalam aksi pembobolan,MT dan Iwan bertindak sebagai eksekutor pembobolan brankas di kantor PDAM Makassar。 Sementara,AS dan TA berperan menjaga situasi。

Usai membawa kabur isi brankas milik bendahara PDAM Makassar,uang itu dibagi-bagi oleh para pelaku。 MT menerima upah sebesar Rp 280 juta。 Sedangkan MI别名Iwan sebagai ketua tim juga mendapat Rp 280 juta。

“Begitu juga dua rekannya。 Masing-masing dari mereka menerima upah sebesar Rp 280 juta,“katanya。

MI别名Iwan ditangkap di rumahnya di Kecamatan Biringkanaya。 Dari tangan MI,polisi menyita sepeda motor Ninja 250 cc warna merah hitam dan uang senilai Rp 53 juta。

散文penangkapan MI dan MT tidak mudah。 Keduanya sempat melarikan diri dan akhirnya menyerah usai ditembakan peluru ke kaki mereka。

Kini,Polrestabes Makassar masih memburu dua tersangka lainnya yang masih buron yakni AS dan TA。 Diduga keduanya juga membawa uang curian senilai Rp 280 juta。 Polisi mengaku masih menyelidiki dari mana mereka bisa memperoleh informasi mengenai keberadaan brankas di ruang bendahara kantor perusahaan air minum itu。 - Rappler.com