文章
  • 文章
国际

台湾抗议印度尼西亚karena deportasi warganya ke Tiongkok

2017年8月3日下午6:52发布
更新时间:2017年8月4日上午8:43

WARGA ASING。 Polisi menggiring warga negara asing yang diduga terlibat kejahatan siber atau“Cyber​​ Crime”saat dipindahkan ke Jakarta dari Mapolda Bali,Senin,31 Juli。 Foto oleh Nyoman Budhiana / ANTARA

WARGA ASING。 Polisi menggiring warga negara asing yang diduga terlibat kejahatan siber atau“Cyber​​ Crime”saat dipindahkan ke Jakarta dari Mapolda Bali,Senin,31 Juli。 Foto oleh Nyoman Budhiana / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Pemerintah台湾memprotes keputusan印度尼西亚untuk mendeportasi empat warganya yang terlibat kejahatan siber ke Tiongkok。 Padahal,mereka telah meminta琼脂印度尼西亚memulangkan warga台湾ke negara asalnya untuk menjalani proses hukum di sana。

Dalam pernyataannya,Kementerian Luar Negeri台湾mengatakan雅加达telah mengabaikan permintaan pemerintahnya agar warga mereka dikembalikan ke negara asalnya。 Justru pada hari ini,Pemerintah Indonesia mengirim mereka ke kota Chengdu dan Tianjin。

“Tiongkok terus memaksa membawa warga kami ke daratan dan benar-benar mengabaikan niat baik dan permohonan kami,”ujar Dewan Urusan Daratan,badan resmi Taiwan yang menangani hubungan dengan Tiongkok pada Kamis,3 Agustus。

Mereka mengatakan langkah Tiongkok itu akan merugikan investigasi lintas batas negara yang juga dilakukan Taiwan。 Hal itu juga dapat mempengaruhi perkembangan hubungan positif antara Taiwan dengan Tiongkok sebelumnya。

Pada 29 Juli lalu,kepolisian berhasil membongkar sindikat internasional kejahatan siber di empat lokasi yakni Jakarta,Bali,Batam dan Surabaya。 Mereka berhasil menangkap 148 orang,di mana 143 berasal Tiongkok,4 orang dari Taiwan dan 1 warga Malaysia。

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya,Kombes Argo Yuwono menjelaskan ratusan pelaku memeras warga Tiongkok di daratan dengan mengaku sebagai aparat penegak hukum。 Aksi penipuan sudah dilakukan sejak Februari 2017.Ditilik dari segi keuntungan,mereka sudah meraup hingga Rp 6 triliun。

Kepada polisi,pelaku mengaku dapat dengan leluasa melakukan tindak kejahatannya di Indonesia。 Lokasi dan geografis yang luas membuat mereka dengan mudah melakukan tindak kejahatan dari Indonesia。

“Selain itu,mereka menganggap peraturan yang mengatur互联网服务提供商(ISP)cenderung lebih lenggang,”kata Argo。

Tak ramah terhadap Tiongkok

Dalam catatan台湾,ini bukan kali pertama permintaan mereka untuk memulangkan warganya diacuhkan negara lain。 Pada pekan lalu,Kamboja juga memulangkan tujuh warga台湾terduga pelaku penipuan ke Tiongkok。 Bulan Februari,Pemerintah Spanyol mendeportasi 200 warga台湾ke Tiongkok kendati sudah diprotes。

Pemerintah台湾menduga kebijakan ini ditempuh Tiongkok sejak Tsai Ing-wen terpilih sebagai Presiden。 北京tidak dapat mempercayai Tsai,karena sejak awal sudah menolak mengakui Taiwan sebagai bagian dari satu Tiongkok。

Sementara,di mata Tiongkok,台湾adalah sebuah provinsi yang masih menjadi teritori mereka dan memisahkan diri。 Oleh sebab itu,mereka bertekad untuk membawa kembali台湾bersatu dengan Tiongkok。 - dengan laporan AFP / Rappler.com