文章
  • 文章
国际

5 hal soal Basofi Sudirman,mantan gubernur pelantun'Tidak Semua Laki-Laki'

2017年8月7日下午6:18发布
2017年8月7日下午6:35更新

WAFAT。 Mantan Gubernur Jawa Timur,Basofi Sudirman wafat pada Senin,7 Agustus di RS Medistra pukul 11​​:00 WIB。 Jasadnya dimakamkan pada 8 Agustus di San Diego Hills。 Foto oleh ANTARA

WAFAT。 Mantan Gubernur Jawa Timur,Basofi Sudirman wafat pada Senin,7 Agustus di RS Medistra pukul 11​​:00 WIB。 Jasadnya dimakamkan pada 8 Agustus di San Diego Hills。 Foto oleh ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Mantan Gubernur Jawa Timur periode 1993-1998,Basofi Sudirman,menghembuskan nafas terakhir di RS Medistra Jakarta pada Senin,7 Agustus sekitar pukul 11​​:00 WIB。 Ia meninggal di usia 77 tahun karena sakit。

Nama Basofi tidak hanya dikenal karena pernah menjabat sebagai orang nomor satu di Jatim dan Wagub DKI Jakarta。 Tetapi,ia juga pernah menjadi penyanyi dangut yang menghasilkan lagu hits。 Paket lengkap,demikian Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebutnya。

Berikut adalah lima hal mengenai Basofi yang perlu kamu tahu:

1. Dari dunia militer menuju politik

Perjalanan karier Basofi terbilang cukup panjang。 Pria kelahiran Sidoarjo 20 Desember 1940 itu memilih untuk berkarier di bidang militer lebih dulu。 Hal itu tidak terlepas,karena cita-citanya sejak kecil yang ingin menjadi tentara。

Maka,usai menamatkan pendidikan SMA,Basofi melanjutkan Akademi Militer Nasional(AMN)di Magelang,Jawa Tengah。 Ia juga pernah menjadi Komandan Batalyon 412 Brawijaya hingga mengabdi di Seskoad dan Seskogab。

Ketika berkarier di militer,Basofi berhasil meraih hingga pangkat Mayor Jenderal。 Setelah itu,ia menjajal dunia politik dengan bergabung bersama Partai Golkar。

2. Cicipi jadi gubernur dan wagub

Saat berkarier di bidang politik,Basofi berhasil terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI pada tahun 1987 hingga 1992 mendampingi Gubernur Wiyogo Atmodarminto。 Sementara,di tahun 1993-1998,Basofi meraih kursi orang nomor satu di Jawa Timur。

Pada saat menjadi Gubernur Jatim,Basofi menggulirkan program bertajuk“One Village One Product”。 Konsepnya yaitu setiap daerah di Jawa Timur diwajibkan memberdayakan seluruh potensi yang ada。 Basofi berharap dengan menjalankan program itu,maka dapat memajukan perekonomian masyarakat desa,karena pada dasarnya mereka saling membutuhkan dan bersinergi satu sama lain。

Ia disebut mudah bergaul dengan siapa pun,termasuk generasi muda dan kaum ulama。 Kendati kerap dikritik,namun Basofi memilih menanggapinya dengan hati yang legawa。

3. Populer sebagai penyanyi

Selain berkarier di dunia militer dan politik,rupanya Basofi juga piawai bernyanyi。 Untuk kemampuannya yang satu ini ternyata tidak hanya dijadikan hobi semata。 Ia juga menggelutinya secara profesional dengan menelurkan satu album dangdut berjudul Tidak Semua Laki-Laki pada tahun 1992。

单dengan judul yang sama ikut dirilis dan disukai banyak orang。 Bahkan,lagu itu kerap masuk dalam 播放列表 berbagai tempat卡拉OK。

Lagu ciptaan Leo Waldy itu mengisahkan cinta seorang pria yang bertepuk sebelah tangan。 Di hadapan perempuan yang disukai,Basofi mencoba menepis stigma buruk mengenai laki-laki。

4. Terserang penyakit kanker

Di masa senjanya,ternyata Basofi harus bergulat melawan penyakit kanker darah。 Ia sudah sempat diisukan meninggal dunia sebelumnya。 Namun,kabar itu selalu ditepis keluarga。

Sayang,kondisi Basofi tidak kunjung membaik usai diraw​​at dan menghembuskan nafas terakhir pada hari ini。 Jasadnya dimakamkan pada Selasa,8 Agustus di San Diego Hills。

5. Paket yang lengkap

Di mata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo,Basofi adalah sosok individu yang lengkap。 Ia pernah terjun di dunia militer,bermain politik dan mencicipi dunia hiburan。 Ketiga dunia itu berhasil dilakonii dengan baik。 Jarang,ada sosok yang seperti itu。

“Saya kenal dengan Beliau,saat saya masih menjabat sebagai Sekjen PDIP dan Ketua Umum KNPI。 Ketika beliau bertugas di Jakarta saya sering berkomunikasi,“ujar Tjahjo sepeti dikutip media。

Ia pun mengenang Basofi sebagai sosok politisi yang terbuka kepada siapa pun dan memperlakukan semua orang sejajar。

“Pak Basofi sosok yang sapta marga,Pancasilais,nasionalis dan religius,”katanya lagi。 - Rappler.com