文章
  • 文章
国际

Puluhan calon jemaah kembali tertangkap karena berhaji secara ilegal

2017年8月10日下午3:14发布
2017年8月10日下午3:14更新

TERTAHAN。 Puluhan calon jemaah haji yang tertahan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin karena tidak diizinkan terbang ke Arab Saudi。 Foto oleh Humas Kanwil Kemenag Prov Sulsel

TERTAHAN。 Puluhan calon jemaah haji yang tertahan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin karena tidak diizinkan terbang ke Arab Saudi。 Foto oleh Humas Kanwil Kemenag Prov Sulsel

MAKASSAR,印度尼西亚 - Seakan tidak kapok dengan insiden ratusan calon jemaah haji yang tertahan di Filipina tahun lalu,kali ini insiden serupa justru kembali terulang。 Kementerian Hukum dan HAM bersama Kementerian Agama Sulawesi Selatan kembali menangkap basah puluhan warga yang ingin berangkat ke Mekkah dengan menggunakan jalur negara lain。

Keberangkatan sebanyak 46 Calon Jemaah Haji(CJH)ilegal ini akhirnya digagalkan,Selasa malam,8 Agustus。 Mereka berniat menuju Mekkah menggunakan rute Singapura-Sri Lanka-Arab Saudi。

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel,Abdul Wahid Tahir,menyayangkan tindakan puluhan warga ini yang telah terperdaya oleh bujukan biro travel yang tak bertanggung jawab。 Padahal,selama setahun ini,pihak Kemenag dan Kemenkumham Sulsel sudah gencar melakukan sosialisasi langsung kepada warga agar kejadian tahun lalu tidak terulang。

“Apalagi biro travel yang digunakan itu hanya ada izin operasionalnya,tapi tidak mengeluarkan visa haji.Kalau 46 warga ini tertahan di negara lain,siapa yang akan bertanggung jawab,”kata Abdul。

Pada Selasa malam kemarin,Abdul dihubungi oleh pihak imigrasi terkait adanya warga yang dicurigai ingin menunaikan ibadah haji dengan cara ilegal melalui negara lain。 Saat dicek di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar,ada puluhan warga yang sudah ditahan dan tidak dibolehkan berangkat。

“Saya kira langkah ini sudah betul untuk dilakukan.Mereka ini memang mau berangkat ke Mekkah melalui negara Singapura lalu ke Srilanka kemudian ke Jeddah,”katanya。

Selain 46 warga ini,Abdul mengaku belum tahu apakah ada warga dari provinsi lain yang juga akan diberangkatkan ke Mekkah melalui jalur Singapura dan Srilanka。 Namun pihaknya yakin pihak旅行tidak akan membeberkan hal tersebut meskipun nantinya akan dikonfirmasi。

“46 orang ini cuma menggunakan satu travel,kami belum bisa membeberkan nama travelnya.46 orang ini merupakan warga Gowa,Bulukumba dan Palopo,”kata dia。

Mengguunakan签证ziarah

Selain mengaku ingin berangkat ke Mekkah melalui jalur Singapura dan Srilanka,para Calon Jemaah Haji(CHJ)asal Sulsel juga mengaku telah dibekali visa ziarah oleh pihak travel。 Abdul pun menegaskan cara itu tidak benar。

“Saya tanya menggunakan visa apa?Mereka jawab visa ziarah,itu kan tidak benar.Harusnya kan visa haji kalau memang mau berangkat haji,”tutur Abdul。

Ia pun mengancam jika masih ada calon jemaah haji yang masih nekad untuk tetap berangkat dengan menggunakan cara yang tak legal maka pemerintah tidak akan lagi berpihak kepada mereka seandainya tertangkap di negara lain。 Abdul mengatakan bagi setiap pelaku pelanggaran terancam sanksi penjara selama dua tahun dan denda sebesar US $ 2.000。

“Himbauan dari pemerintah dan kementrian,kami diminta untuk antisipasi jemaah yang mau pergi haji dengan cara seperti itu。 Jadi,kami dengan pihak imigrasi sepakat juga untuk menghadirkan pihak kepolisian dan hasilnya mereka tidak diberi kesempatan atau ijin untuk berangkat,“katanya。

Agar nantinya tidak tertipu dengan bujukan pihak travel,warga diminta untuk lebih teliti。 Warga sebaiknya mendaftar haji secara resmi dan memilih travel yang juga resmi,sehingga nantinya nama warga itu terdaftar di CJH Indonesia。

“Masalahnya nama 46 orang ini terdaftar sebagai CJH Indonesia.Makanya untuk travel ini,nanti kita coba tanyakan pada bina haji umrah di Jakarta dulu,travel ini bagaimana,”katanya。 - Rappler.com

BACA JUGA: