文章
  • 文章
国际

Polri akan memeriksa小说Baswedan hari ini di KBRI Singapura

发布时间:2017年8月14日上午7:41
更新时间:2017年8月14日上午7:42

小说。海报penyidik高级KPK小说Baswedan diletakan di atas gambar puluhan mata saat berlangsung aksi teaterikal Sekolah Anti Korupsi(Sakti)ICW dalam rangka 120 hari peristiwa penyiraman air keras,di depan gedung KPK,Jakarta,Rabu,9 Agustus。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

小说。 海报penyidik高级KPK小说Baswedan diletakan di atas gambar puluhan mata saat berlangsung aksi teaterikal Sekolah Anti Korupsi(Sakti)ICW dalam rangka 120 hari peristiwa penyiraman air keras,di depan gedung KPK,Jakarta,Rabu,9 Agustus。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Dua penyidik dari Polda Metro Jaya pada hari ini dijadwalkan terbang ke Singapura untuk memeriksa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)Novel Baswedan。 Pemeriksaan rencananya dilakukan di KBRI sebagai teritori Indonesia di Negeri Singa。

“Setelah surat dari Polri diterima KPK pada Jumat,11 Agustus lalu,koordinasi kamu lakukan dan direncanakan pemeriksaan akan dilakukan pada Senin,14 Agustus di KBRI Singapura,”ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta pada Minggu,13 Agustus。

Rencananya Ketua KPK,Agus Rahardjo akan mendampingi proses pemeriksaan Novel di KBRI。 新的rencananya akan dimintai keterangan mengenai aksi penyiraman air keras yang menimpanya pada 11月11日lalu。 Keterangan dari Novel selaku korban dibutuhkan karena diduga bisa menjadi titik terang bagi penyidikan tersebut。

Sejauh ini,Polri masih jalan di tempat dalam mencari pelaku penyerangan terhadap Novel。 Kendati Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian telah merilis sketsa berwarna usai menggunakan teknologi dari kepolisian Australia。 Sketsa itu dibuat berdasarkan keterangan saksi kunci yang melihat peristiwa sebelum Novel diserang。

Hari Senin dinilai sebagai waktu yang pas untuk meminta keterangan dari Novel,karena pada 17 Agustus,Novel akan menjalani operasi besar terhadap matanya。 Jika diperhatikan warna kornea mata sebelah kiri Novel sudah memutih。 Hal itu karena jaringan di mata kiri sudah tidak dapat tumbuh。

Oleh sebab itu,banyak yang berharap operasi besar pada Kamis esok bisa menumbuhkan kembali jaringan mata itu。

Pasca operasi besar,Novel pun membutuhkan istirahat yang cukup lama。 Sehingga,散装pemeriksaan hanya dapat dilakukan sebelum ia dioperasi。

“Untuk rencana operasi dan apa pun yang terjadi setelah itu,Novel(mengaku)ikhlas。 KPK dan keluarga berharap doa dari seluruh pihak agar operasi dan perawatan berhasil。 Kami juga mendoakan para penegak hukum diberikan kekuatan untuk mengungkap kasus ini,“kata Febri melalui pesan pendek kepada Rappler pada Minggu kemarin。

Apakah ini artinya,ada kemungkinan mata Novel tidak akan sembuh? Febri enggan menjawab spekulasi itu。

Walaupun ketika diwawancarai oleh Najwa Shihab dalam program“Mata Najwa”,Novel sudah siap menghadapi risiko tidak akan lagi bisa melihat untuk selama-lamanya。

“Saya ketika itu sudah berpikir,ini saya enggak akan bisa melihat(lagi),karena ketika tiba di rumah sakit pertama kali,rasa sakitnya itu seperti mata yang ditarik dari tempatnya dan itu sangat sakit sekali。 Begitu juga dengan muka,saya merasakan pedih yang luar biasa dan itu yang kemudian saya berpikir efek ini rasanya sangat berat,“ujar Novel saat wawancara tersebut。

Ada titik terang

Dengan adanya kesediaan Novel untuk diperiksa sekaligus menepis pernyataan polisi bahwa penyidik lembaga anti rasuah itu enggan dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum。 Pasalnya,pernyataan Novel yang berulang kali menuing ada peran seorang jenderal di balik kasusnya,membuat korps bhayangkara tidak merasa nyaman。

Belakangan muncul opni seolah-olah pengungkapan terhadap kasus Novel mandek karena Novel tidak ingin dimintai keterangan oleh polisi。 KPK tentu berharap pasca Novel dimintai keterangan bisa ada titik terang untuk mencari eksekutor dan otak di balik penyerangan terhadap Novel。

“Apalagi beberapa waktu sebelumnya Presiden telah menunjukkan perhatian yang kuat untuk pengungkapan kasus ini。 Pemeriksaan korban sendiri sebenarnya bukan lah syarat ditemukannya pelaku,“kata Febri。

KPK pun mengaku mantap untuk terus menyelidiki kasus korupsi e-KTP yang sedang ditangani Novel。 Publik menduga Novel diserang dengan air keras karena terlibat dalam pengusutan kasus korupsi e-KTP yang telah merugikan negara Rp 2,3 triliun。 - Rappler.com

BACA JUGA: