文章
  • 文章
国际

Panitia:Artis asing onuk sosialisasi亚运会2018年

发布时间:2017年8月16日上午7:19
更新时间:2017年8月16日上午7:27

SOSIALIASI。 Panitia亚运会:Erick Thohir(tengah),Whisnutama(pojok kiri)tengah memberikan keterangan pers pada Selasa,15 Agustus。 Foto oleh Bernardinus Adi / Rappler

SOSIALIASI。 Panitia亚运会:Erick Thohir(tengah),Whisnutama(pojok kiri)tengah memberikan keterangan pers pada Selasa,15 Agustus。 Foto oleh Bernardinus Adi / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Penyelenggaraan pesta olah raga terbesar se-Asia,亚运会hanya menyisakan waktu sekitar satu tahun lagi。 Itu artinya,pemerintah dan panitia harus semakin mempercepat geraknya,agar semua persiapan bisa rampung tepat waktu。

Salah satu pekerjaan rumah yang kini dikerjakan yaitu sosialisasi亚运会。 Ketika digelar tahun depan,亚运会akan digelar di dua kota yaitu雅加达dan Palembang dimulai dari 18 Agustus hingga 9月2日。 Ini menjadi kali kedua印度尼西亚menjadi tuan rumah setelah kali terakhir pada tahun 1962年。

Namun,publik masih sulit membedakan apa itu SEA Games dan Asian Games yang sama-sama diikuti oleh Indonesia。

“Ini亚运会,bukan SEA Games。 Karena dari persepsi masyarakat,masih ada kebingungan antara SEA Games dengan Asian Games,“jar Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Erick Thohir ketika memberikan keterangan pers pada Selasa,15 Agustus di Jakarta。

Untuk itu,panitia akan menggelar acara bertajuk'Countdown Asian Games'auau menghitung mundur waktu satu tahun menuju ke hari H acara pada tahun depan。 Agar acara meriah dan menarik perhatian publik,maka diundang lah beragam artis baik dari dalam atau luar negeri。 Untuk merealisasikan hal itu,印度尼西亚亚洲组织委员会(INASGOC)menggandeng Badan Ekonomi Kreatif untuk bisa mendatang berbagai artis。

Penanggung jawab开放丹关闭亚运会,Whisnutama,menyebut beberapa artis lokal yang diundang antara lain Rizky Febrian,Tulus hingga Raisa。 Sedangkan,artis asing yang dihadirkan yakni远东运动dan dua anggota女孩乐队SNSD,Taeyeon dan Hyoyeon。

Menurut Whisnu,salah satu alasan untuk mendatangkan beragam artis untuk mengakomodir seluruh selera musik masyarakat。 Ia mengaku turut memantau jika ada beberapa artis yang memicu pro-kontra,tetapi kedatangan para pesohor itu penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Asian Games 2018。

Whisnu mengatakan panitia bisa mendatangkan beragam artis dengan menggunakan uang赞助商。 Jadi,tidak ada yang menggunakan dana APBN。

Ia pun menilai ajang ini bisa dimanfaatkan oleh artis lokal Indonesia untuk mendapat sorotan dunia internasional dan dikenal secara global。

Libatkan KPK

Sementara,terkait anggaran yang digunakan,Erick mengaku panitia terpaksa memangkas名义anggaran dari yang semula Rp 8,7 triliun menjadi Rp 4,5 triliun。 Hal itu terkait efisiensi dana yang dilakukan oleh pemerintah。

“Kita seharusnya dapat 30 sampai 40 persen lebih,karena acara digelar di dua kota Jakarta dan Palembang,”kata Erick。

Tetapi,panitia akan melakukan pendekatan kepada pemerintah jika masih kekurangan anggaran。 Sebab,dengan acara digelar di dua kota,tidak terelakan jika membutuhkan dana yang cukup besar。

“Anggaran yang dikeluarkan untuk dua kota yakni Jakarta dan Palembang seharusnya berkisar antara Rp 20 miliar - Rp 30 miliar。 Sementara,biaya untuk mendatangkan artis sudah ditanggung oleh赞助商,sehingga kami mampu menekan biaya hingga 50 persen,“katanya lagi。

Ia menjamin seluruh penggunaan anggaran di bawah pengelolaannya dilakukan dengan penuh transparansi。 Oleh sebab itu,INASGOC ikut melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)。

“Kami sudah meminta KPK untuk melakukan监控。 Karena nantinya,hasil(anggaran)ini akan diaudit oleh BPK,BPKP dan untuk internasional,kita mesti diaudit secara internasional,“katanya lagi。

Sementara,panitia berharap dengan menjadi tuan rumah turut berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata。 Oleh sebab itu,mereka akan menggelar acara parade obor dan melibatkan kota-kota unggulan yang diharapkan dapat menjadi destinasi baru para turis。

“Karena(kota-kota)ini menjadi representasi Indonesia ke pariwisata。 Apalagi konsep pariwisata印度尼西亚adalah keindahan alam,“katanya。

Acara倒计时亚运会akan diselenggarakan pada Jumat,18 Agustus di Monas。 Masyarakat dapat menyaksikan acara itu secara gratis,sehingga panitia mengimbau agar publik tidak tertipu jika ada calo yang tiba-tiba menjual tiket。 - Rappler.com