文章
  • 文章
国际

Dalam 7 bulan,333 remaja di Sulsel jalani pernikahan dini

2017年8月16日下午2:18发布
更新时间2017年8月16日下午3:48

ILUSTRASI。 Foto diambil dari ANTARA

ILUSTRASI。 Foto diambil dari ANTARA

MAKASSAR,印度尼西亚 - Saat ini semakin banyak remaja yang terpaksa menjalani pernikahan usia muda atau pernikahan dini。 Contohnya remaja di Sulawesi Selatan。 Dari 24 kabupaten / kota di daerah tersebut,ratusan anak diketahui telah menikah。 Padahal usianya belum mencukupi batas usia menikah,yakni di atas19 tahun untuk pria dan di atas 16 tahun untuk wanita。

Dari hasil penelusuran Rappler,tercatat 333 anak atau remaja yang telah menikah secara resmi selama 2017 ini。 Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan,Iskandar Fellang。

Iskandar mengatakan,untuk anak yang belum cukup umur,diwajibkan melampirkan dispensasi pernikahan dari pengadilan agama yang diurus oleh orang tua si anak tersebut saat pengajuan syarat nikah。

“Setelah ada lampiran dispensasi pernikahan,maka Kantor Urusan Agama(KUA)masing-masing daerah akan mengeluarkan akta nikah untuk mereka。 Jadi prosedur pengajuannya beda dengan dengan usia dewasa,“kata Iskandar saat ditemui di ruangan kerjanya,Senin 14 Agustus。

Sebanyak 333 anak yang menikah sepanjang tahun ini,101 di antaranya menikah pada Januari 2017. Mereka berasal dari daerah Kabupaten Luwu Utara,Kota Makassar,Kabupaten Pinrang,Kabupaten Sinjai,Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wajo。

Pada bulan Februari jumlah anak yang menikah sebanyak 34 orang,berasal dari kota Makassar,kabupaten Sidrap,kabupaten Sinjai dan kabupaten Wajo。 Sementara pada Maret,anak yang menikah berjumlah 35 orang。 Mereka tersebar di Kabupaten Sidrap,kabupaten Sinjai,kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wajo。

Jumlah anak yang menikah pada bulan April berkurang menjadi 26 orang,berasal dari Kabupaten Sidrap,Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Wajo。 Pada bulan Mei,jumlah anak yang dinikahkan kembali meningkat,yakni 84 orang。 Mereka berasal dari kabupaten Barru,kabupaten Bone,kabupaten Luwu Utara,kabupaten Sidrap,kabupaten Sinjai dan kabupaten Wajo。

Sedangkan pada bulan Juli,jumlah anak yang dinikahkan sebanyak 53 orang dari kota Makassar,kabupaten Sinjai,kabupaten Soppeng dan kabupaten Wajo。 “Untuk bulan Juni tidak ada pernikahan anak di bawah umur。数据tersebut dari setiap daerah,jadi tanpa dispensasi dari pengadilan agama,maka pernikahan tersebut tidak sah secara hukum atau biasa disebut pernikahan sirih,”katanya。

Rentan bertengkar

Pernikahan pasangan usia muda rentan terjadi pertengkaran lantaran keduanya kurang dapat mengolah emosi dan amarah。 Hal ini disampaikan Pakar Psikologi dari Universitas Negeri Makassar(UNM),Widyastuti S.Psi M.Psi。

Widyastuti mengatakan pernikahan adalah ikatan suci yang menyatukan dua orang ke dalam satu kesatuan yang disebut keluarga。 Saat menjalani pernikahan tersebut,orang yang belum cukup usia menikah tak bisa lagi disebut sebagai anak,melainkan pasangan muda usia。

“Yang pasti harus siap secara fisik,ekonomi,sosial dan juga psikologisnya。Secara fisik sudah pasti,dia harus sehat dalam artian perlu dilakukan tes kesehatan sebelum menikah.Termasuk juga dalam hal ini biasanya bagi para calon pengantin harus memeriksakan diri ke puskesmas atau RS, “urai Widyastuti saat dihubungi通过电话Selasa malam,15 Agustus 2017。

Lalu bagiamana dengan kesiapan sosial? Widyastuti pun melanjutkan,saat seseorang sudah berkeluarga,tentu saja akan berdampak pada tanggung jawab di lingkungan sosial masyarakat yang sangat berbeda dibandingkan dengan saat dia belum menikah。

Ada banyak hal yang menjadi penyebab pernikahan usia muda,antara lain,mereka merasa sudah cukup dewasa,ingin lepas dari tanggung jawab orang tua serta untuk memuaskan rasa ingin tahu tentang kehidupan pernikahan。

Hanya saja karena usia yang masih muda,berdampak pada kecenderungan masing-masing pasangan untuk mau dimengerti dan dipahami namun kurang mau memahami kondisi pasangannya。

“Ini yang kemudian,jika keduanya kurang bisa menahan diri bisa menimbulkan pertengkaran karena masing-masing akan dengan egonya sendiri,”tutup Widyastuti。 -Rappler.com