文章
  • 文章
国际

Kapolda Jabar:Jawa Barat pusat kegiatan JAD

2017年8月17日下午7:13发布
2017年8月17日下午7:13更新

Petugas Inafis Polres Bandung menggeledah rumah terduga teroris di Kampung Sirnagalih,Desa Karyalaksana,Kecamatan Ibun-Majalaya,Kabupaten Bandung,Jawa Barat,Selasa(18/7)。 FOTO oleh Fahrul Jayadiputra / ANTARA

Petugas Inafis Polres Bandung menggeledah rumah terduga teroris di Kampung Sirnagalih,Desa Karyalaksana,Kecamatan Ibun-Majalaya,Kabupaten Bandung,Jawa Barat,Selasa(18/7)。 FOTO oleh Fahrul Jayadiputra / ANTARA

BANDUNG,Indonesia - Detasemen Khusus(Densus)88 Antiteror Mabes Polri dan Kepolisian Daerah(Polda)Jabar terus memburu para terduga teroris yang masuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah(JAD)。

Terakhir,lima orang terduga teroris ditangkap di wilayah Antapani Kota Bandung,jawa Barat。 Sebelumnya,polisi juga telah membekuk belasan terduga teroris jaringan JAD lainnya。 Di antara mereka ada yang diduga terlibat bom panci Taman Pandawa,Kampung Melayu,dan Buah Batu。

Lokasi penangkapan para terduga teroris tersebut berada di wilayah Jawa Barat,seperti di Sumedang,Garut,Tasikmalaya,Kabupaten Bandung Barat,Kota Bandung dan Kabupaten Bandung。

“Hampir semua penangkapan(terduga teroris)kebanyakan di Jawa Barat,”kata Kapolda Jawa Barat,Irjen Pol。 Anton Charliyan,usai menghadiri upacara Peringatan HUT Ke-72 RI di Lapangan Gasibu Kota Bandung,Kamis 17 Agustus 2017。

Banyaknya terduga teroris yang ditangkap di Jawa Barat,Anton melanjutkan,mengindikasikan jika Jawa Barat telah dijadikan tempat persembunyian dan pusat kegiatan jaringan JAD。 “Jadi bisa dikatakan,mungkin sebagai salah satu center,”kata Anton。

Itu sebabnya,Anton melanjutkan,jumlah anggota Densus 88 Mabes Polri yang ditugaskan di Jawa Barat lebih banyak dibandingkan provinsi lain。 “Dua kali lipat jumlahnya dibandingkan provinsi lain,”ujarnya。

Terkait temuan zat kimia di tempat kontrakan salah satu terduga teroris yang ditangkap,Anton mengatakan,Puslabfor masih menyelidiki zat kimia tersebut。 Ia belum bisa menyebutkan nama zat kimia itu。 “Dari Puslabfor belum turun(hasilnya),kalau sudah turun nanti kami umumkan,”katanya。

Lebih jauh Anton melanjutkan,Polda Jabar melakukan langkah preventtif untuk merespon ancaman JAD yang menjadikan anggota Polri sebagai target aksi terornya。 Salah satunya,dengan mempersenjatai anggota Polri,serta melakukan pengamanan berlapis。

“Bagian yang lemah dibackup sama yang kuat.Misalnya,dari Satlantas(Satuan Lalu Lintas)ada yang backup,baik dari Brimob atau Sabhara yang bersenjata.Sekarang semua senjata kita keluarkan,agar anggota bisa bersenjata semua,”ujar Anton。

Sementara langkah antisipasi secara umum,Anton mengatakan,pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada semua pihak terkait,terutama ulama。 “Kami juga lebih giat dengan para ulama dan seluruh利益相关者untuk lebih menekan gerakan-gerakan mereka,”kata Anton。-Rappler.com