文章
  • 文章
国际

自由港:Fokus kami melindungi para karyawan dan keluarganya

2017年8月20日下午12:11发布
更新时间:2017年8月20日下午12:11

Personil kepolisian berjaga di lokasi unjuk rasa karyawan korban PHK PT Freeport Indonesia di Cek Point Mile 28,Timika,Papua,Sabtu(19/8)。 FOTO oleh Spedy Paereng / ANTARA

Personil kepolisian berjaga di lokasi unjuk rasa karyawan korban PHK PT Freeport Indonesia di Cek Point Mile 28,Timika,Papua,Sabtu(19/8)。 FOTO oleh Spedy Paereng / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - 高级副总裁PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan saat ini pihaknya fokus untuk melindungi para karyawan dan keluarganya menyusul aksi unjuk rasa ratusan mantan pegawai Freeport yang berakhir ricuh di Kabupaten Mimika Papua,kemarin。

“Fokus kami saat ini adalah untuk melindungi para karyawan dan keluarganya,”kata Tony Wenas menjawab pertanyaan Rappler melalui pesan tertulis,Minggu 20 Agustus 2017。

Seperti diberitakan sebelumnya,ratusan mantan karyawan PT Freeport berunjuk rasa di pos check poin 28 areal jalan masuk menuju PT Freeport Distrik Kwamki Narama Kabupaten Mimika Papua。

Unjuk rasa dimulai pada pukul 14:30 WIT kemudian berubah rusuh。 Pengunjuk rasa membakar beberapa fasilitas milik PT Freeport,seperti satu unit excavator,satu unit mobil tanki air isi 50 ribu lin,satu unit mobil elf LWB,dua mobil kontainer serta puluhan sepeda motor。

Massa lantas memblokir jalan masuk menuju ke Check Poin 28 serta akses jalan dari Portsite menuju ke Tembagapura。 Aksi ini diikuti sekitar 700an mantan karyawan自由港。 Mereka kesal karena tuntutan atas hak mereka sebagai karyawan dicabut。

Baca:

Tony Wenas mengatakan ada sekitar 3.500 orang yang pada April lalu meninggalkan pekerjaan tanpa ijin lebih dari sebulan karena turun ke Timika untuk mendukung Ketua SPSI yang tengah karena kasus penggelapan uang SPSI。

“Sudah kami panggil secara resmi untuk kembali bekerja dan dibujuk,tetapi tidak mau,sehingga dianggap mengundurkan diri sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama dan juga peraturan perundang-undangan,”kata Tony Wenas。 -Rappler.com