文章
  • 文章
国际

FOTO:Upaya perlawanan eksekusi cagar budaya nasional Sunda Wiwitan

发布于2017年8月24日上午9点06分
更新时间:2017年8月24日上午9点06分

印度尼西亚雅加达 - Masyarakat Adat Karuhun Urang(AKUR)Sunda Wiwitan,Cigugur Kuningan terlihat tidur dalam posisi terlentang pada Kamis pagi,24 Agustus。 Aksi itu dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya eksekusi terhadap salah satu kawasan oleh Pengadilan Negeri Kuningan。

Sengketa lahan itu sudah berlangsung cukup lama antara salah satu keturunan Pangeran Tedjabuana,yakni Jaka Rumantaka dengan warga adat。 Putusan Mahkamah Agung tahun 2015 lalu menyatakan tanah adat Sunda Wiwitan yang berada di Blok Mayasih dan Leuweung Leutik Lumbu Cigugur merupakan warisan milik pribadi。

Sementara,menurut warga adat,sejak tahun 1960 lalu,semua masyarakat adat termasuk Pangeran Tedjabuana tidak pernah membuat sertifikat tanah,karena menyadari seluruh tanah adat adalah milik komunal。 Maka,konsekuensinya,tanah tersebut tidak dapat dijual kepada pihak mana pun termasuk keturunan pemuka adat untuk dijadikan hak milik pribadi。

“Tahun 60,leluhur kami tidak mensertifikatkan wilayah adat itu karena itu milik komunal。 Salah satu keturunan tiba-tiba melakukan gugatan terhadap warga yang menempati wilayah tersebut。 Padahal,tanah komunal adat hanya digunakan untuk kepentingan bersama,“ujar salah satu warga adat,Oky Satrio kepada pada bulan Juli lalu。

Ada dua alasan lain yang terus mendorong mereka melakukan perlawanan。 Pertama,lahan yang akan dieksekusi sudah masuk ke dalam zonasi Cagar Budaya Nasional sejak tahun 1976 lalu di Departemen Kebudayaan dan Pendidikan。

Kedua,amar putusan pengadilan dinilai diskriminatif dan cacat hukum,sebab meminggirkan nilai sejarah dan budaya di dalamnya。

“Objek litisnya mengabaikan esensi hak hukum masyarakat adat,”ujar perwakilan masyarakat adat。

Upaya eksekusi sebenarnya sudah coba dilakukan sejak Juli lalu,namun warga adat terus melakukan perlawanan。 Berikut beberapa照片upaya perlawanan yang berlangsung di Paseban Tri Panca Tunggal,Kelurahan Cigugur,Kabupaten Kuningan sejak pukul 07:00 tadi:

MELAWAN。 Warga adat Sunda Wiwitan melawan upaya eksekusi lahan dengan tidur di depan jalan masuk menuju ke lokasi。 Foto oleh Tim Paralegal Cigugur

MELAWAN。 Warga adat Sunda Wiwitan melawan upaya eksekusi lahan dengan tidur di depan jalan masuk menuju ke lokasi。 Foto oleh Tim Paralegal Cigugur

DIJAGA POLISI。 Aksi perlawanan terhadap eksekusi lahan di kawasan cagar budaya masyarakat Adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan dijaga oleh polisi。 Foto oleh Tim Paralegal Cigugur

DIJAGA POLISI。 Aksi perlawanan terhadap eksekusi lahan di kawasan cagar budaya masyarakat Adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan dijaga oleh polisi。 Foto oleh Tim Paralegal Cigugur

ALAT MUSIK。 Warga adat Sunda Wiwitan memprotes dan melawan aksi eksekusi salah satunya dengan membawa alat musik tradisional khas Cirebon pada Kamis,24 Agustus。 Foto oleh Tim Paralegal Cigugur

ALAT MUSIK。 Warga adat Sunda Wiwitan memprotes dan melawan aksi eksekusi salah satunya dengan membawa alat musik tradisional khas Cirebon pada Kamis,24 Agustus。 Foto oleh Tim Paralegal Cigugur

- Rappler.com