文章
  • 文章
国际

5 hal mengenai Tonny Budiono,Dirjen Kemenhub yang kena OTT KPK

2017年8月25日下午4:00发布
2017年8月25日下午4:01更新

PEMERIKSAAN。 Dirjen Perhubungan Laut(Hubla)Kemenhub Antonius Tonny Budiono keluar dari gedung KPK,usai menjalani pemeriksaan,di Jakarta,Jumat,25 Agustus dini hari。 Foto oleh Galih Pradipta / ANTARA

PEMERIKSAAN。 Dirjen Perhubungan Laut(Hubla)Kemenhub Antonius Tonny Budiono keluar dari gedung KPK,usai menjalani pemeriksaan,di Jakarta,Jumat,25 Agustus dini hari。 Foto oleh Galih Pradipta / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Para aparatur penyelenggara negara seolah tidak kapok melakukan perbuatan korupsi dan menerima dana gratifikasi。 Padahal,sudah berulang kali tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan(OTT)Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)。

Teranyar,Direktur Jenderal Hubungan Laut,Antonius Tonny Budiono terjaring OTT KPK pada Rabu malam,23 Agustus。 Ia ditangkap di kediaman dinasnya di area Gunung Sahari sekitar pukul 21:45 WIB。

Di dalam kediaman dinas itu,petugas KPK menyita beberapa barang bukti termasuk 33 tas berisi uang tunai dan empat kartu Anjungan Tunai Mandiri(ATM)。 总计uang yang berhasil dilacak KPK untuk sementara dan ditujukan bagi Tonny sebesar Rp 20,74 miliar。 Angka yang sangat fantastis untuk gratifikasi。

Akibat perbuatan Tonny,Kementerian Perhubungan,institusi tempatnya bekerja kembali harus menanggung malu。 Padahal,tahun 2016,Presiden Joko“Jokowi”Widodo berkunjung ke Kemenhub,karena ada PNS nya yang terjaring operasi saber pungli。

Siapa sebenarnya Tonny? Berikut lima hal yang perlu kamu tahu mengenai dia:

1. Pernah dapat tanda kehormatan Satyalancana

Tonny sebelumnya dikenal sebagai pegawai teladan di Kementerian Perhubungan。 Keteldanan itu ditunjukkan dari Tanda Kehormatan Satyalancana Karya yang pernah ia terima pada tahun 2000,2010 dan 2016。

Satyalancana Karya Satya adalah penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang menunjukan kedisiplinan,kesetiaan,kecakapan,dan pengabdian,sehingga mampu menjadi teladan bagi pegawai lain。 Penganugerahan tanda kehormatan tersebut diberikan oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 54 / TK / Tahun 2016。

2. Dirjen Hubla kedua yang tertangkap KPK

Rupanya,Tonny bukan Direktur Jenderal Hubungan Laut(Hubla)pertama yang berurusan dengan komisi anti rasuah itu。 Sebelumnya,pendahulu Tonny,Bobby Mamahit juga ditangkap atas kasus korupsi proyek pembangunan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran(BP2IP)di Sorong,Papua。 Perbuatan Bobby terbukti telah merugikan negara hingga Rp 40 miliar。

Majelis Hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara pada Bobby selama 5 tahun dan denda Rp 150 juta rupiah dengan subsider 3 bulan kurungan。 Majelis Hakim juga menambah hukuman agar Bobby mengembalikan uang keuntungan korupsi sebesar Rp 180 juta。

Kini,giliran Tonny yang mengenakan rompi orange milik KPK。

3. Puluhan tahun mengabdi di Kemenhub

Tonny memulai kariernya sebagai staf Ditnav pada tahun 1986 pasca lulus dari Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada。 Pada tahun 1988,Tonny diangkat menjadi Kepala Seksi Pengamatan Laut。

Satu dekade kemudian,Tonny diangkat menjadi Kasubdit Bina Sarana dan Prasarana。 Kemudian,di tahun 2002,Tonny kembali mendapat promosi menjadi Kepala BTKP。

Kecakapan dan kedisiplinan seperti yang tertuang pada penghargaan Satyalancana bukanlah omong kosong。 Tonny mendapat promosi dengan rentang waktu yang begitu cepat,yakni sebagai Kasub Direktorat Sarana dan Prasarana pada tahun 2007,Kadisnav Kelas 1 Surabaya pada tahun 2009,Kadisnav Kelas 1 Samarinda pada 2010,dan Direktur Kenavigasian pada 2012。

Tiga tahun sesudahnya,Tonny kembali dilantik menjadi Direktur Pelabuhan dan Pengerukan pada tahun 2015.Selain itu,Tonny juga merangkap menjadi Staff Ahli Bidang Logistik,Multimoda,dan Keselamatan Transportasi pada tahun 2015.Hingga akhirnya pada Mei 2016,Menteri Perhubungan pada waktu itu,Ignatius Jonan,melantik Tonny untuk menjadi Dirjen Hubungan Laut。

Pelantikan itu didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 53 / TPA tahun 2016。

4.亚洲航空公司内部的Koordinator tim operasi SAR

Pada tahun 2014,Tonny menjadi Koordinator Tim Operasi SAR di kapal KM Jadayat。 Ia bersama tim Basarnas mampu menemukan black box atau kotak hitam yang diduga terseret arus ketika pesawat Air Asia QZ8501 jatuh di Selat Karimata。

黑匣子ternyata terdeteksi 1,7 mil laut dari tempat di mana ekor pesawat ditemukan。 Pesawat亚航QZ8501 adalah jenis空客A320杨希朗kontak di sekitar Selat Karimata pada 28 2014年12月.Sebanyak 155 penumpang dan tujuh kru tewas dalam insiden tersebut。

5. Masuk Satgas OPP di Kemenhub

Ketika Tonny menjadi Dirjen Hubla,dua orang staf dan tiga pegawai honorer bawahannya harus berurusan dengan Polda Metro Jaya,lantaran menerima suap untuk mengurus perizinan dari pengusaha。 Belajar dari peristiwa itu,Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Pungutan Liar。

Kemenhub bekerjasama dengan beberapa pihak seperti印度尼西亚腐败观察(ICW)dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia(YLKI)。 Sekretaris Jenderal Kemenhub dipercaya memimpin tim ad hoc ini dengan perwakilan dari Kementerian,YLKI dan ICW。 Tonny adalah salah satu perwakilan yang tergabung dalam Satgas OPP(Operasi Pemberantasan Pungli)。

Ironisnya,justru Dirjen dari Kemenhub tertangkap atas kasus pemberian suap。 Dalam catatan KPK,pria kelahiran 13 Juli 1958 itu melaporkan kekayannya pada 1 Agustus lalu sebesar Rp 2,79 miliar。
- Rappler.com